Dua Tahun Dihantam PHK, Sektor Padat Karya Kembali Bangkit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3144625/original/098363800_1591334410-Foto_01.jpg)
Industri padat karya Indonesia bangkit setelah dua tahun diguncang PHK. Pada triwulan II 2026, subsektor furnitur tumbuh 11,8%, alas kaki dan kulit 11,3%, makanan dan minuman 6,5%, serta tekstil dan pakaian jadi 6,4%. Sektor pengolahan nonmigas tumbuh 5,32%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,29%. Industri ini menyerap 19,99 juta pekerja per Februari 2026 dan menyumbang Rp 1.102,88 triliun atau 82,18% dari total ekspor nasional US$ 137,26 miliar pada Januari–Juli 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa pertumbuhan industri padat karya lebih besar dampaknya pada penyerapan lapangan kerja dibanding sektor padat modal. Kontribusi industri pengolahan terhadap PDB naik dari 18,34% pada 2022 menjadi 19,07% pada 2025, jauh di atas rata-rata global 14,9%. Indonesia juga menempati peringkat ke-12 dunia dan menjadi negara dengan Manufacturing Value Added (MVA) terbesar di Asia Tenggara pada 2025.
Secara keseluruhan, 14 dari 15 subsektor industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan positif. Namun, industri karet dan plastik mengalami kontraksi 6,98% akibat sensitivitas harga minyak bumi dan persaingan produk impor murah.
Bagikan
Berita terkait
Bos Serikat Pekerja Ungkap 4 Faktor Penyebab Marak PHK
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.44
Tiga Masalah Besar di Balik PHK Tembus 43 Ribu Orang
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 07.30
43.805 Pekerja Terkena PHK hingga Juli, Industri Padat Karya Paling Tertekan
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 03.00
Apindo Buka Suara Puluhan Ribu Pekerja Kena PHK: Masalahnya di Hulu
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 16.35