Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekonom: 30% Tekanan Rupiah Bersumber dari Luar Negeri

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, memperkirakan 60%-70% tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor domestik, sementara faktor global hanya berkontribusi 30%-40%. Hal ini terlihat dari rupiah yang mengalami pelemahan terdalam di Asia, sementara mata uang negara tetangga seperti ringgit Malaysia, baht Thailand, dan peso Filipina mulai menguat. Jika tekanan murni dari faktor global, pola pelemahan seharusnya serupa di seluruh kawasan.

Dipo menilai faktor domestik yang menjadi pendorong utama meliputi kekhawatiran pasar terhadap independensi Bank Indonesia (BI) pasca revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Revisi UU tersebut memberikan peran lebih besar kepada pemerintah dalam mengawasi dan mengatur anggaran, yang memunculkan kekhawatiran adanya fiscal dominance, di mana kebijakan fiskal dinilai lebih dominan dibandingkan kebijakan moneter. Meski demikian, faktor eksternal tetap memberi tekanan, terutama melalui kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang memengaruhi arus modal global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait