Ekonom: 30% Tekanan Rupiah Bersumber dari Luar Negeri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, memperkirakan 60%-70% tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor domestik, sementara faktor global hanya berkontribusi 30%-40%. Hal ini terlihat dari rupiah yang mengalami pelemahan terdalam di Asia, sementara mata uang negara tetangga seperti ringgit Malaysia, baht Thailand, dan peso Filipina mulai menguat. Jika tekanan murni dari faktor global, pola pelemahan seharusnya serupa di seluruh kawasan.
Dipo menilai faktor domestik yang menjadi pendorong utama meliputi kekhawatiran pasar terhadap independensi Bank Indonesia (BI) pasca revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Revisi UU tersebut memberikan peran lebih besar kepada pemerintah dalam mengawasi dan mengatur anggaran, yang memunculkan kekhawatiran adanya fiscal dominance, di mana kebijakan fiskal dinilai lebih dominan dibandingkan kebijakan moneter. Meski demikian, faktor eksternal tetap memberi tekanan, terutama melalui kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang memengaruhi arus modal global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 09.24
Dolar AS Masih Betah di Level Rp 18.000-an
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 07.00
Membaca Arah Rupiah di Tengah Pencarian Maestro Baru BI
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 18.30
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 18.073 per Dolar AS
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 16.10
Rupiah Bangkit ke Rp18.073 per Dolar AS Sore Ini
Berita terkait
BI dorong masyarakat menghormati rupiah sebagai simbol negara
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 21.30
Rupiah Menguat ke Rp17.868 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.30
Rupiah Berpotensi Tertekan Hari ini, Dua Sentimen ini jadi Pemicunya
JawaPos · 13 Agustus 2026 pukul 15.13
Rupiah Kehabisan Tenaga, Dolar AS Kembali Naik ke Rp17.830
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.10