Jaga rupiah, BI-Pemerintah koordinasi perbaiki transaksi berjalan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) dan pemerintah bersinergi memperbaiki struktur transaksi berjalan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah ini diambil setelah neraca transaksi berjalan triwulan II-2026 mencatat defisit 12,5 miliar dolar AS atau 3,3 persen dari PDB, meningkat signifikan dibandingkan triwulan I-2026 yang sebesar 3,6 miliar dolar AS (1,0 persen dari PDB).
Strategi perbaikan difokuskan pada peningkatan ekspor, pengelolaan impor, serta pengawasan implementasi PP Devisa Hasil Ekspor (DHE). BI juga mendorong masuknya investasi jangka panjang (real money) dan Foreign Direct Investment (FDI) untuk menyeimbangkan pasokan valuta asing. Hingga 29 September 2026, volatilitas rupiah tercatat 7,30 persen, lebih rendah dibanding Korea Selatan, Filipina, dan Malaysia, meski rupiah terdepresiasi 7,74 persen secara year-to-date.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 15.28
Rupiah Menguat ke Rp17.894 per Dolar AS, Terkatrol Tiga Instrumen Bank Indonesia
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 07.22
Strong Dollar Menghantam Rupiah, Apa yang Harus Dilakukan RI?
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 16.15
Rupiah Bangkit ke Level Rp17.894 per Dolar AS Rabu Sore
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 14.53
Rupiah Sempat Terkapar ke Rp18.000/USD, BI: Masih Lebih Baik dari Won Korea dan Ringgit Malaysia
Berita terkait
Rupiah Kian Terjepit, Yield AS Melonjak ke 5,2%
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 14.14
Suku Bunga The Fed Naik, Ini Dampak ke Indonesia
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 14.46
Awal Perdagangan, Rupiah Dibuka Perkasa ke Level Rp17.588 per USD
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 09.25
Tantangan Destry Menjaga BI Tetap Kredibel di Tengah Tekanan Ekonomi
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.34