Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Jaga rupiah, BI-Pemerintah koordinasi perbaiki transaksi berjalan

Bank Indonesia (BI) dan pemerintah bersinergi memperbaiki struktur transaksi berjalan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah ini diambil setelah neraca transaksi berjalan triwulan II-2026 mencatat defisit 12,5 miliar dolar AS atau 3,3 persen dari PDB, meningkat signifikan dibandingkan triwulan I-2026 yang sebesar 3,6 miliar dolar AS (1,0 persen dari PDB).

Strategi perbaikan difokuskan pada peningkatan ekspor, pengelolaan impor, serta pengawasan implementasi PP Devisa Hasil Ekspor (DHE). BI juga mendorong masuknya investasi jangka panjang (real money) dan Foreign Direct Investment (FDI) untuk menyeimbangkan pasokan valuta asing. Hingga 29 September 2026, volatilitas rupiah tercatat 7,30 persen, lebih rendah dibanding Korea Selatan, Filipina, dan Malaysia, meski rupiah terdepresiasi 7,74 persen secara year-to-date.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait