Ekonom: Keberhasilan rekening massal jangan hanya diukur dari jumlah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menekankan bahwa keberhasilan program pembukaan rekening massal pemerintah tidak boleh hanya diukur dari jumlah akun, tetapi juga dari penggunaan aktif dan partisipasi ekonomi masyarakat. Ia menekankan pentingnya biaya rendah, interoperabilitas, perlindungan data, serta literasi keuangan bagi pengguna baru agar inklusi keuangan menjadi efektif dan tidak sekadar formalitas kepemilikan akun.
Program ini, yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto, bertujuan memperkuat kedaulatan moneter digital melalui konsep 'monetary citizenship', di mana warga memiliki akses dasar ke infrastruktur pembayaran modern. Terkait pendanaan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan rencana anggaran sekitar Rp11 triliun dari APBN untuk menyasar lebih dari 200 juta masyarakat dengan saldo awal Rp50 ribu per rekening, meskipun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan angka tersebut belum final.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.18
Rakyat Dapat Rekening, Negara Dapat Statistik
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.25
Program Rekening Massal: Warga Punya Akun Bank Tetap Dapat BSI dan BRI
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 08.15
Program Rekening Massal Warga Pakai APBN, Purbaya Pastikan Duitnya Ada
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 02.17
Rekening Massal 200 Juta Warga Bakal Diisi Rp50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun
Berita terkait
Purbaya sebut anggaran pembukaan rekening massal belum final
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 17.43
Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun untuk Buka Rekening 200 Juta Masyarakat
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 21.15
Airlangga: Pemerintah siapkan Rp11 triliun untuk rekening massal
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 18.56
BRI dan BSI Siap Jalankan Titah Presiden untuk Perluasan Rekening Massal Warga RI
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 15.57