Rakyat Dapat Rekening, Negara Dapat Statistik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah berencana membuka rekening bank massal bagi lebih dari 200 juta warga Indonesia, termasuk otomatis bagi warga usia 17 tahun, guna memperkuat inklusi dan literasi keuangan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan estimasi anggaran sekitar Rp11 triliun dari APBN dengan saldo awal Rp50 ribu per rekening, meski Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan angka tersebut belum final.
Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak boleh hanya diukur dari jumlah rekening, tetapi juga penggunaan aktif dan partisipasi ekonomi. Ia menilai kebijakan ini sebagai langkah menuju 'monetary citizenship', di mana akses terhadap infrastruktur pembayaran digital menjadi bagian dari kedaulatan moneter negara agar rakyat dapat berpartisipasi penuh dalam ekonomi modern.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 21.11
Ekonom: Keberhasilan rekening massal jangan hanya diukur dari jumlah
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 17.43
Purbaya sebut anggaran pembukaan rekening massal belum final
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.25
Program Rekening Massal: Warga Punya Akun Bank Tetap Dapat BSI dan BRI
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 08.15
Program Rekening Massal Warga Pakai APBN, Purbaya Pastikan Duitnya Ada
Berita terkait
Rekening Massal 200 Juta Warga Bakal Diisi Rp50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 02.17
Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun untuk Buka Rekening 200 Juta Masyarakat
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 21.15
Airlangga: Pemerintah siapkan Rp11 triliun untuk rekening massal
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 18.56
BRI dan BSI Siap Jalankan Titah Presiden untuk Perluasan Rekening Massal Warga RI
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 15.57