Ekonom nilai APBN masih mampu tanggung beban utang Whoosh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menyatakan bahwa APBN masih mampu menanggung beban tahunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) sebesar Rp1 triliun per tahun. Angsuran tersebut relatif kecil dibandingkan total belanja negara 2026 yang mencapai Rp3.843 triliun. Namun, risiko fiskal jangka panjang tetap perlu diwaspadai, terutama dengan perpanjangan tenor utang hingga 80 tahun dan penggunaan mata uang dolar AS yang rentan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah. Meski restrukturisasi menggunakan skema cicilan, pokok dan bunga tetap harus dibayar dalam jangka panjang, sehingga kemampuan membayar tidak menjadi satu-satunya ukuran risiko.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.19
Purbaya soal Kualitas Belanja Negara Diragukan
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 07.26
Strategi Purbaya Agar APBN Tetap Sehat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 06.55
DPR Kaget! Utang DBH ke Daerah Rp71 T, APBN 2027 Cuma Siapkan Rp4 T
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.33
Cicilan Utang Whoosh Rp1 T per Tahun, Purbaya Tak Pusing Dananya Ada!
Berita terkait
Ekonom: Penyelesaian utang Whoosh perlu perhatikan disiplin fiskal
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 17.12
Purbaya: Kemenkeu terima Whoosh 15 September, skema masih dikaji
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 20.01
Purbaya Memastikan DBH Daerah Cair Meski Nominalnya Tak Sesuai Pengajuan
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 14.28
Purbaya Bakal Bayar Cicilan Utang Whoosh Rp1 Triliun Selama 80 Tahun
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 12.30