Purbaya soal Kualitas Belanja Negara Diragukan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kesehatan fiskal Indonesia tetap kuat meski kualitas belanja negara mendapat sorotan. Purbaya menekankan bahwa penilaian fiskal tidak hanya berdasarkan besarnya belanja, tetapi juga rasio defisit dan utang terhadap PDB. Saat ini, defisit berada di angka 0,9% dengan rasio utang sekitar 40%, masih jauh di bawah standar Uni Eropa yaitu defisit 3% dan utang 60%.
Kontribusi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,61% didominasi oleh konsumsi rumah tangga (2,9%) dan investasi (1,9%), sementara belanja pemerintah hanya berkontribusi 1,3%. Meskipun realisasi belanja pemerintah pusat semester I-2026 tumbuh 29,4% mencapai Rp1.298,6 triliun untuk program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, pemerintah tetap fokus pada keberlanjutan fiskal dengan target defisit 2027 sebesar 2,7% serta peningkatan penerimaan pajak yang kini tumbuh hampir 30%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.19
Harga Minyak US$100, Purbaya: APBN Masih Aman, Defisit di Bawah 3%
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 07.26
Strategi Purbaya Agar APBN Tetap Sehat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia
Berita terkait
Puan: APBN Naik 20 Kali Lipat dalam 26 Tahun Terakhir
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 15.13
Indef: Kenaikan belanja negara sebaiknya ke sektor pengungkit ekonomi
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 13.47
Ekonom ingatkan setoran Danantara tak jadi “kantong cadangan” APBN
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 21.33
RI Darurat Reformasi Subsidi Energi, Ekonom Beberkan Alasannya
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 14.55