Ekonom: Pasar nantikan arah komunikasi BI pada RDG Agustus 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar menantikan arah kebijakan Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus 2026. Setelah kenaikan suku bunga 100 basis poin sejak Mei dan kebijakan menarik modal asing, fokus kini pada langkah selanjutnya. Fakhrul Fulvian Trimegah Sekuritas Indonesia menyebut empat isu utama: normalisasi Sekuritas Rupiah BI (SRBI), stabilitas nilai tukar rupiah, capital inflow, dan kondisi likuiditas perbankan. SRBI telah menjadi instrumen kunci menarik modal asing, namun pasar mencari petunjuk normalisasi. Rupiah lebih stabil dibanding kuartal II 2025, tetapi risiko global seperti yield US Treasury tinggi dan ketidakpastian geopolitik menyimpan. Investor menanyakan apakah fokus masih pada capital inflow atau bergeser ke pertumbuhan kredit. Di sisi global, inflasi AS meledak, Federal Reserve diproyeksikan menahan suku bunga, namun yield obligasi AS tetap tinggi. Perlambalan ekonomi China juga berpotensi memengaruhi ekspor Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 15.01
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga di 5,75%, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.21
Breaking News! BI Rate Tetap 5,75% Agustus 2026
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 08.50
Ekonom: BI Sebaiknya Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 04.45
Bos BI Lihat Prospek Ekonomi Global Masih Lemah, Tumbuh Cuma 3 Persen
Berita terkait
Alasan Bank Indonesia Tak Naikkan Bunga Acuan
Detik.com · 29 September 2026 pukul 06.30
Destry Blak-blakan Alasan BI Tahan Bunga 5,75%
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 21.40
Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Tergerus 0,1% Tiap Suku Bunga Naik 25 Bps
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 19.12
Tak Ikut AS, BI Ungkap Alasan Tahan Suku Bunga Acuan
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 15.30