Ekonom: BI Sebaiknya Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Teuku Riefky dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menilai Bank Indonesia (BI) sebaiknya menahan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 18-19 Agustus 2026. Keputusan ini dianggap krusial untuk menjaga ruang fleksibilitas kebijakan BI apabila penyesuaian suku bunga kembali dibutuhkan di masa mendatang. BI sebelumnya telah menaikkan BI-Rate sebesar 100 basis poin dalam beberapa bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Indonesia turun menjadi 2,28 persen pada Juli 2026 dari 3,34 persen pada Juni 2026. Meskipun tren inflasi melambat, Riefky mengingatkan adanya potensi eskalasi harga dalam beberapa bulan ke depan akibat menguatnya fenomena El Niño. Namun, BI masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga seiring meredanya tekanan eksternal secara sementara, termasuk tensi geopolitik di Timur Tengah yang cenderung terkontrol. Terkendalinya sentimen global serta kelancaran proses transisi kepemimpinan di BI memberikan sentimen positif bagi stabilitas nilai tukar rupiah, sehingga BI tidak menghadapi urgensi mendesak untuk menaikkan suku bunga.
Mempertahankan suku bunga acuan juga akan menghindari penambahan tekanan yang tidak perlu terhadap sektor riil, karena kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya pendanaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 15.01
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga di 5,75%, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.21
Breaking News! BI Rate Tetap 5,75% Agustus 2026
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 10.59
Ekonom: Pasar nantikan arah komunikasi BI pada RDG Agustus 2026
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 17.45
Ekonom sebut pengambilan kebijakan jadi ujian independensi BI
Berita terkait
Alasan Bank Indonesia Tak Naikkan Bunga Acuan
Detik.com · 29 September 2026 pukul 06.30
Destry Blak-blakan Alasan BI Tahan Bunga 5,75%
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 21.40
Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Tergerus 0,1% Tiap Suku Bunga Naik 25 Bps
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 19.12
BI Tak Mau Asal Naikkan Suku Bunga, Ekonomi Bisa Terpangkas 0,1%
Detik.com · 28 September 2026 pukul 15.08