Tak Ikut AS, BI Ungkap Alasan Tahan Suku Bunga Acuan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (BI Rate) meskipun The Fed menaikkan suku bunganya. Keputusan ini diambil karena inflasi domestik masih terkendali, dengan inflasi inti di kisaran 2% dan inflasi umum sebesar 3,19%. BI menilai ekonomi nasional masih memiliki ruang tumbuh karena output gap yang negatif, sehingga kenaikan suku bunga tidak diperlukan untuk menekan inflasi.
BI menghindari kenaikan suku bunga guna menjaga pertumbuhan ekonomi, mengingat kenaikan 25 basis poin berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1%. Sebagai alternatif untuk menarik modal asing, BI menerapkan insentif biaya lindung nilai (hedging) melalui transaksi DNDF dan swap. Strategi ini terbukti efektif dengan masuknya aliran modal asing sekitar US$6 miliar dalam satu bulan terakhir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 14.00
Destry Bongkar Alasan BI Tahan Suku Bunga 5,75%: Inflasi Masih Jinak
Detik.com · 28 September 2026 pukul 15.08
BI Tak Mau Asal Naikkan Suku Bunga, Ekonomi Bisa Terpangkas 0,1%
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 14.20
Gubernur BI: Setiap Kenaikan Suku Bunga 25 Bps, Ekonomi Akan Turun 0,1 Persen
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50
Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah
Berita terkait
Ekonom: Pasar nantikan arah komunikasi BI pada RDG Agustus 2026
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 10.59
Suahasil Sebut Ekonomi RI Cukup Baik: Tumbuh 5,45%, Inflasi 3,19%
Detik.com · 24 September 2026 pukul 15.17
BI Catat Modal Asing Masuk US$400 Juta di Tengah Gejolak Global
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 13.02
Suku Bunga AS Berpotensi Naik Lagi, Bos BI Beber Dampaknya
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 08.30