Ekonom: Percepatan belanja topang permintaan domestik kuartal III 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz menilai percepatan realisasi belanja pemerintah pusat pada kuartal III 2026 dapat menopang permintaan domestik dalam jangka pendek. Belanja negara hingga Agustus 2026 mencapai Rp2.295,7 triliun (59,7% pagu APBN) dengan pertumbuhan 17,1% YoY. Belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.791,5 triliun (29% YoY), terdiri atas belanja kementara Rp912,4 triliun dan nonkementara Rp879,1 triliun. Pendapatan negara hingga Agustus mencapai Rp2.055,6 triliun (65,2% target) dengan pertumbuhan 25,4% YoY. Defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun (0,93% PDB), relatif stabil dibanding Juli 2026. Penerimaan pajak mencapai Rp1.409 triliun (24,1% YoY), PNBP Rp435,1 triliun (41,7% YoY). Restitusi pajak turun menjadi Rp191,82 triliun (37% turun YoY). Bank Danamon memproyeksikan defisit fiskal 2026 mencapai 2,89% PDB, sedikit lebih lebar dibanding proyeksi pemerintah 2,85% PDB. Keseimbangan primer APBN tetap surplus Rp154 triliun hingga Agustus.
Bagikan
Berita terkait
Suahasil Nazara Tegaskan Jaga Batas Defisit APBN 3%
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 19.40
DPR Ungkap Perlunya Kaji Ulang Pembatasan Defisit APBN di 3% PDB
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 15.40
Penerimaan Pajak per Agustus 2026 Capai Rp1.409 Triliun, Menkeu: Sejalan Aktivitas Ekonomi
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 11.32
Penerimaan pajak terhimpun Rp1.409 triliun, tumbuh 24,1 persen
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 11.01