Ekonom UGM: Desil 9 dan 10 Tak Selalu Cerminkan itu Orang Kaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dosen FEB UGM Wisnu Setiadi Nugroho menjelaskan posisi rumah tangga di desil 9 dan 10 DTSEN tidak otomatis menandakan kesejahteraan tinggi. Desil hanya menempatkan rumah tangga secara relatif dalam distribusi kesejahteraan nasional, bukan mengukur kekayaan absolut. Metode Proxy Means Test (PMT) yang dipakai memiliki kemungkinan kesalahan, terutama jika data rumah tangga tidak diperbarui. Risiko utama adalah exclusion error (kelompok membutuhkan dikeluarkan) dan cliff effect (dua rumah tangga dengan kondisi hampir sama mendapat perlakuan berbeda hanya karena berada di sisi batas desil). Pemerintah perlu membuka variabel pembentukan desil, menyediakan mekanisme sanggah, dan memetakan kesejahteraan secara lebih rinci termasuk zona transisi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 22.45
FOTO: Bukan Sultan, Ini Arti Sebenarnya Desil 9 dan 10
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.32
Beasiswa Mahasiswa Surabaya Terhambat Karena Desil Tak Sesuai
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 07.00
Memahami Arti Desil 1 hingga 10
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 22.05
Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, tapi Rakyat Bawah Belum Merasakan
Berita terkait
Anda Bingung Masuk Desil Lebih Tinggi dari Anak Purbaya? Ini Alasannya
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 19.13
Jangan Salah Sangka, Data Desil Agustus Bukan Dari Sensus Ekonomi Terbaru
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 15.30
Menimbang Keakuratan Desil DTSEN Mengukur Sejahtera Ekonomi Warga RI
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 07.35
Bahlil: Pembatasan Pertalite bagi Desil 9-10 Masih dalam Kajian
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.41