Ekonom UGM: Desil 9 dan 10 Tak Selalu Cerminkan itu Orang Kaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dosen FEB UGM Wisnu Setiadi Nugroho menjelaskan posisi rumah tangga di desil 9 dan 10 DTSEN tidak otomatis menandakan kesejahteraan tinggi. Desil hanya menempatkan rumah tangga secara relatif dalam distribusi kesejahteraan nasional, bukan mengukur kekayaan absolut. Metode Proxy Means Test (PMT) yang dipakai memiliki kemungkinan kesalahan, terutama jika data rumah tangga tidak diperbarui. Risiko utama adalah exclusion error (kelompok membutuhkan dikeluarkan) dan cliff effect (dua rumah tangga dengan kondisi hampir sama mendapat perlakuan berbeda hanya karena berada di sisi batas desil). Pemerintah perlu membuka variabel pembentukan desil, menyediakan mekanisme sanggah, dan memetakan kesejahteraan secara lebih rinci termasuk zona transisi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 11.15
DTSEN Jadi Rujukan Nasional, BPS Jelaskan Arti Desil Kesejahteraan
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 05.55
Jenis Kendaraan Bakal Jadi Acuan Pembatasan Pertalite, Ini Alasannya
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 22.45
FOTO: Bukan Sultan, Ini Arti Sebenarnya Desil 9 dan 10
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 17.30
BPS: Desil Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi Keluarga
Berita terkait
Walkot Bandung Ungkap Kelompok Warga Paling Rentan Kehilangan Bansos
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 15.45
Skema Pemberian Subsidi Bakal Berubah Tahun Depan, Jadi Uang!
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 16.45
Siap-siap, Harga BBM Non Subsidi Bakal Kembali Disesuaikan
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 11.54
Insentif Motor Listrik Tunggu Keputusan Menteri Keuangan
Detik.com · 23 September 2026 pukul 16.46