OJK Buka-bukaan Kondisi Keuangan RI di Tengah Perang Iran dan Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga meski menghadapi tekanan dari konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang Iran dan penutupan Selat Hormuz. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Agustus 2026. Ketua Dewan Komisioner OJK, Frederica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa pertumbuhan intermediasi keuangan yang kuat menjadi faktor kunci menjaga kestabilan sektor tersebut. Namun, OJK menyoroti risiko global seperti volatilitas harga minyak dan komoditas akibat gangguan jalur energi, tekanan inflasi global, serta dampak El Nino yang memicu kekeringan dan kebakaran hutan. Momentum pertumbuhan ekonomi global juga mulai melemah, termasuk di Amerika Serikat dan Tiongkok, yang mencatatkan perlambatan pertumbuhan pada kuartal II 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 17.35
OJK bubarkan 58 dana pensiun sejak 2020
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.55
Paylater Bank Tumbuh 31% Yoy, Lebih dari Dua Kali Lipat Kredit
kumparan · 7 September 2026 pukul 16.47
OJK Denda Rp 104,63 M ke 113 Pihak di Sektor Pasar Modal hingga Agustus 2026
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 16.25
Premi Asuransi Tumbuh 2,71% Jadi Rp199,8 Triliun per Juli 2026
Berita terkait
Rupiah melemah seiring pidato "hawkish" dari Kepala The Fed
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 10.41
RI Punya Harta Karun di Bawah Bantal, Bisa Saingi China!
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 13.40
Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah pada Senin
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.40
OJK sebut pengembangan UMKM dilakukan dengan pendekatan lebih sistemik
ANTARA News · 11 Agustus 2026 pukul 20.58