Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekonomi Indonesia Sentuh 5,29%, Pengusaha Ungkap Tekanan Global hingga Domestik

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% (yoy) pada kuartal II 2026, melambat dari kuartal I yang mencapai 5,61%. Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengapresiasi capaian positif ini namun menekankan tekanan berat yang dihadapi pelaku usaha. Pertumbuhan ditopang konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 53,32% terhadap PDB dengan pertumbuhan 5,06%, didorong momen libur dan hari besar keagamaan. Subkomponen restoran-hotel tumbuh 6,47% serta transportasi-komunikasi 5,71%. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi 29,36% dengan pertumbuhan 6,87%, ditopang kendaraan tumbuh 26,03% dan realisasi investasi BKPM 7,14%.

Di sisi lain, pelaku usaha menghadapi tekanan ganda. Konflik Selat Hormuz memicu cost-push inflation melalui kenaikan harga BBM dan biaya logistik, serta pelemahan nilai tukar yang membebani biaya bahan baku impor. Permintaan ekspor tertekan akibat ketegangan geopolitik yang menurunkan daya beli negara rekan dagang, ditambah investigasi perdagangan AS terhadap Indonesia. Pasar domestik juga melambat karena kenaikan harga BBM, sehingga aktivitas sektor riil Q2 2026 dinilai cukup berat dan kurang mendukung ekspansi usaha.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait