Cegah Ekonomi Jatuh di Bawah 5%, Ekonom Didik: Belanja Pemerintah Tak Akan Langgeng
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom senior INDEF Didik J Rachbini menyatakan bahwa belanja pemerintah tidak dapat menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Menurutnya, peran belanja pemerintah saat ini hanya sebagai penyangga agar pertumbuhan ekonomi tidak turun di bawah 5 persen, sekaligus menyoroti kendala fiskal di sisi penerimaan maupun pengeluaran. Pada kuartal II 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29% secara tahunan, dengan kontribusi tertinggi dari belanja pemerintah yang tumbuh 15,97%. Sektor investasi tumbuh 6,87%, diikuhi konsumsi rumah tangga 5,06%, sementara ekspor tumbuh paling lambat pada 4,13%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 11 Agustus 2026 pukul 19.01
Airlangga: Pertalite dan biodiesel RI masih aman meski gejolak global
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 13.25
Kabar Baik! BI Ramal Tekanan Inflasi Mulai Mereda September
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.45
Waspada Akhir Tahun, Harga-Harga Diperkirakan Naik Lagi
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 11.03
BI: Penjualan Eceran Balik Positif, Tumbuh 0,7% di Juni 2026
Berita terkait
Global Gonjang-ganjing, Suahasil Klaim Ekonomi RI Masih Tangguh
Detik.com · 18 September 2026 pukul 10.53
Ekonomi Tumbuh Tinggi Tapi Warga RI Masih Demo, Ini Kata Purbaya!
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.35
Pemerintah Targetkan Bisa Buka 3,49 Juta Lapangan Pekerjaan di 2027
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 17.45
Pertumbuhan Tahun Depan Dipatok 6%, Ekonom Wanti-wanti Daya Ungkit Ekonomi Lemah
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 07.35