Ekonomi RI Bisa Tumbuh Tinggi, tapi Ada Syaratnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Senior Indef Didik J Rachbini menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di kisaran 5% karena kebijakan ekonomi terlalu berorientasi ke dalam negeri (inward looking) dan mengabaikan sektor luar negeri. Tanpa menjadikan sektor luar negeri sebagai mesin utama transformasi ekonomi dan industrialisasi, Indonesia dinilai sulit mencapai pertumbuhan 8%. Sebagai perbandingan, Vietnam berhasil mencatatkan pertumbuhan tahunan hingga 8,3%.
Didik menekankan perlunya perubahan orientasi kebijakan dari inward looking menjadi outward looking untuk menarik investasi asing (FDI) lebih deras melalui insentif, infrastruktur, dan birokrasi yang efisien. Masuknya investasi asing diyakini akan mendorong investasi domestik seiring kebijakan berorientasi ekspor. Indonesia pernah menerapkan strategi outward looking pada era 1980-an yang berhasil menghasilkan pertumbuhan 7-8% selama dua dekade. Didik menilai belanja pemerintah saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan tinggi, dan tanpa perubahan kebijakan, janji kampanye sulit diwujudkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 16.32
Ekonomi Tumbuh Stagnan 5%, Terungkap 1 Kesalahan Fatal yang Bikin RI Tertinggal dari Vietnam
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 15.10
Ekonomi Indonesia Sentuh 5,29%, Pengusaha Ungkap Tekanan Global hingga Domestik
Berita terkait
Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Tumbuh Resilien di Tengah Ketidakpastian Global
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 00.07
Ekonom proyeksikan ekonomi RI tetap resilien di tengah dinamika global
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 19.16
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan: Tantangan Indonesia Membangun Ekonomi yang Adil
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 08.30
Dasco Panggil Suahasil Nazara hingga Danantara, Bahas Apa?
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 18.42