Ekonomi Tumbuh 5,29%, Apa Dampaknya ke Warga RI?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 sebesar 5,29%, melanjutkan capaian kuartal I-2026 yang mencapai 5,6%. Pertumbuhan ini menunjukkan daya beli masyarakat yang masih terjaga, tercermin dari aktivitas transaksi sehari-hari seperti pembelian makanan.
Direktur Jenderur Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, menjelaskan bahwa pertumbuhan perekonomian sebesar 5% setara dengan peningkatan uang masyarakat sebesar 5% setahun. Artinya, jika seseorang memiliki uang Rp1 juta, maka setahun kemudian uangnya akan bertambah menjadi Rp1,05 juta.
Herman menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata dua dekade terakhir, meskipun menghadapi berbagai tekanan global seperti konflik di Timur Tengah dan dampak pandemi COVID-19. Pencapaian ini mencerminkan peran penting pemerintah dan regulator dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 09.50
DPR Cecar Purbaya soal Pertumbuhan 5,45%, Ekonom: Enggak Ada Hasilnya
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 15.36
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp17.642 per USD
Berita terkait
Jalankan Mandat UU P2SK, BI Tak Hanya Jaga Stabilitas Tapi Juga Dorong Pertumbuhan Ekonomi
JawaPos · 2 September 2026 pukul 22.45
Ekonomi Tumbuh 5,29%: Prabowo Dikritik dan Kenyataannya
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.47
Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen, Rudi Hartono Bangun Merespons, Pakai Frasa “Sinyal Positif’
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.08
BPS: Ekonomi Tumbuh 5,29%, Penduduk Miskin Turun Jadi 22,93 Juta Orang
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.55