Ekspor Furnitur RI Masih Bergantung AS, Airlangga Dorong Cari Pasar Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri furnitur Indonesia masih bergantung pada pasar AS yang menyerap 60% ekspor. Di IFFINA 2026, Airlangga mendorong perluasan pasar internasional untuk mengurangi risiko ketidakpastian global. Ekspor furnitur 2025 mencapai US$2,39 miliar dengan surplus US$473,31 juta, namun pangsa pasar global hanya 0,77% (peringkat 25). Produksi kayu bulat 57,46 juta m³ dan rotan mendominasi bahan baku. Sektor IKM menyumbang 99,79% usaha dan 65,52% tenaga kerja. Pemerintah menyediakan insentif PPh 21, kredit pembiayaan, dan dukungan restrukturisasi mesin serta promosi ekspor.
Bagikan
Berita terkait
Tak Harus Jadi Eksportir, UMKM Bisa Go Global Lewat Industri Otomotif
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 08.36
Perusahaan Tekstil Rekrut Outsourcing Bakal Dapat Insentif Pajak
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.43
Indonesia Punya Kayu Melimpah, Tapi Ekspor Furnitur Kalah dari Vietnam
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 12.15
Pertamina Bawa 7 UMK Tembus Pasar Internasional Lewat CAEXPO 2026
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 09.53