El Nino dan Air Laut Tak Halangi Panen Padi 166 Ton di Batang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kolaborasi PT PGN, Pertamina, BRIN, dan Pemerintah Batang berhasil menghasilkan panen padi biosalin sekitar 166,5 ton gabah dengan nilai Rp1,3 miliar di lahan pesisir yang dulu tidak produktif karena salinitas tinggi. Proyek ini berlangsung dalam kondisi El Niño sangat kuat (indeks ENSO 2,6) dan 80,7% Zona Musim Indonesia dalam kemarau. Padi biosalin berhasil ditanam melalui program CSR Pengembangan dan Budidaya Varietas Padi Biosalin serta Minapadi Salin pada Kawasan Salinitas Tinggi. Bupati Batang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi perubahan iklim, abrasi, dan rob. BRIN menyatakan inovasi teknologi padi dan ikan dapat menjadi model adaptasi pertanian di lahan salin. PGN juga menanam 14.000 mangrove sejak 2024 untuk mendukung ekosistem pesisir berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 18 September 2026 pukul 22.15
Padi Biosalin Jadi Solusi Atasi Lahan Asin dan Tantangan El Nino di Batang
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 16.53
Di Tengah El Nino, Pemkab Batang Berhasil Panen 166,5 Ton Padi Biosalin
Berita terkait
Ilmuwan Kaget Lihat Ganasnya El Nino 2026
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 16.46
10 Kecamatan di Tasikmalaya Krisis Air Bersih, BPBD Pasok 1,19 Juta Liter
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.04
Mentan Pastikan Stok Beras Aman hingga 10 Bulan ke Depan
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.37
Amran Klaim Stok Beras RI Aman Meski Ada El Nino, Cukup 10 Bulan
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 03.45