Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

El Nino Tekan Produksi PLTA, PLN Perbaiki Tata Kelola Hadapi Susut 650 MW

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa dampak El Nino tahun ini menekan produksi pembangkit listrik tenaga air (PLTA), khususnya di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Akibat berkurangnya volume air permukaan, kapasitas pembangkit hidro di wilayaya tersebut turun sekitar 650 MW. Beberapa pembangkit yang terdampak meliputi PLTA Poso, PLTA Bakaru, PLTA Malea, dan sejumlah PLTM. Sebelumnya, daya mampu pasok (DMP) sistem kelistrikan Sulbagsel mencapai 2.185,1 MW pada periode Nataru 2026, dengan proyeksi beban puncak sebesar 1.852,6 MW. Pada kondisi normal, energi baru dan terbarukan (EBT) menyumbang 41%-44% pasokan, dengan pembangkit hidro sebag sekitar 800-850 MW.

Untuk mengatasi penurunan pasokan hidro, PLN menerapkan strategi natural hedging dengan menambah penggunaan pembangkit tenaga surya (PLTS) yang dipadukan dengan battery energy storage system (BESS). Langkah ini dilakukan berdasarkan arahan Menteri ESDM dan Direktur Jenderal Tenaga Listrik. Selain itu, PLN juga memperbaiki pembangkit yang rusak, seperti PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 MW yang mengalami kendala teknis. Upaya serupa juga dilakukan di Kalimantan untuk menyelesaikan gangguan pembangkit secara bertahap.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia membenarkan tekanan pada keandalan PLTA akibat El Nino di sejumlah wilayah. Namun, pemerintah bersama PLN terus melakukan penyesuaian untuk mengatasi kondisi tersebut, dan perlahan-lahan kondisi keandalan pembangkit sudah mulai pulih.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait