ESDM Kejar Ketahanan Cadangan Energi RI Naik Jadi Minimal 30 Hari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan ketahanan cadangan energi nasional dari rata-rata 21 hari menjadi minimal 30 hari. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan pasokan energi akibat konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina dan ketegangan AS-Iran. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan peningkatan cadangan diperlukan untuk menjaga ketahanan energi lebih kuat. Pemerintah juga memperkuat produksi energi domestik, menargetkan produksi minyak mencapai 1 juta barel/hari pada 2030 dari 600 ribu barel/hari saat ini, serta produksi gas 12 miliar kaki kubik/hari. Di sektor energi terbarukan, biodiesel B50 sudah berjalan pada 2026 dengan rencana B60 pada 2027, dan substitusi LPG dengan CNG melalui gas bumi sedang dikoordinasikan untuk mengurangi ketergantungan impor.
Bagikan
Berita terkait
Wamen ESDM Ungkap Subsidi Energi Bisa Bengkak Rp300 T Jika EBT Lambat
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.55
ASPEBINDO Dorong Bioenergi Menjadi Kekuatan Bisnis dan Ketahanan Energi Nasional
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 09.44
RI Kejar PLTS 100 GW, Investasinya Rp 1.120 Triliun
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.13
Peluncuran PLTS 100 GW, IESR Sampaikan 6 Langkah untuk Capai Target
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 18.28