Eskalasi Konflik Selat Hormuz dan Data Tenaga Kerja AS Bayangi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah diperkirakan fluktuatif pada perdagangan Senin (7/9) dengan rentang Rp 17.640-Rp 17.690, tertekan oleh eskalasi konflik AS-Iran di Selat Hormuz. Konflik memuncak setelah serangan AS terhadap target Iran, termasuk aset militer di Selat Hormuz, yang memicu respons Iran dengan rudal dan drone terhadap posisi AS di Teluk. Gangguan pasokan energi global diperkirakan meningkatkan harga minyak dan tekanan pada rupiah serta memicu investor ke arah dolar sebagai safe haven. Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS pada Jumat (4/9) menunjukkan nonfarm payrolls naik 162.000, jauh di atas ekspektasi 56.000, sekaligus menggarisbawahi keputusan suku bunga Fed September yang masih bergantung pada inflasi Agustus.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 09.19
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Tembus US$96 per Barel
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 08.53
Harga Minyak Dunia Hari Ini Melompat Setelah Ketegangan Meningkat di Selat Hormuz
Detik.com · 6 September 2026 pukul 17.14
AS Gempur 3 Kapal Tanker di Pulau Kharg, Iran Serang Drone AS di Selat Hormuz
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 09.00
Harga Minyak Dunia Mendidih dalam Sepekan, Solar Tembus Rekor Tertinggi
Berita terkait
Harga Minyak Mendekati US$100 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.30
Rupiah Hari Ini Anjlok ke 17.861 Tersengat Konflik AS-Iran
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 19.15
Harga Minyak Naik 7% dalam Sepekan Imbas Perang AS-Iran
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 08.40
Harga Emas Dunia Turun 2%, Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemberat
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 08.00