Harga Minyak Mendekati US$100 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia naik mendekati US$100 per barel, dengan Brent mencapai US$92,04 dan WTI US$86,12 pada 20 Agustus 2026. Kenaikan didorong ketidakpastian perang AS-Iran di Timur Tengah dan gangguan operasional di Selat Hormuz, jalur kritis 20% ekspor minyak global. Konflik belum mereda, sehingga ancaman pasokan energi tetap diperhitungkan. Uni Emirat Arab menghentikan transaksi dengan Iran, memperparah ketidakpastian. Meski stok minyak mentah AS naik 4,4 juta barel (lebih tinggi dari ekspektasi penurunan 600 ribu), pasar masih mempertahankan premi risiko geopolitik karena belum ada eskalasi baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 07.40
Harga Minyak Tembus US$ 91, Ketegangan Timur Tengah Memanas
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.55
Harga Minyak Dunia Mendaki ke US$91,87 saat Pasar Cermati Arah Perang
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 10.25
Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 09.15
AS-Iran Beda Klaim Soal Selat Hormuz, Harga Minyak Mentah Dunia Meningkat
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Anjlok ke 17.861 Tersengat Konflik AS-Iran
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 19.15
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 90 Usai Trump Ancam Iran
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 07.45
Harga Minyak Dunia Anjlok 5 Persen ke US$91 Usai Perang AS-Iran Mereda
CNN Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 10.18
Tak Ada Negosiasi Iran, Trump Unggah Peta Selat Hormuz 'Wilayah Baru AS'
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 23.09