Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

Fase 1 Program Nuklir Nasional Rampung, PLN Tunggu In-Depth Mission IAEA

PT PLN (Persero) memastikan Indonesia telah menyelesaikan Fase 1 dalam kerangka kesiapan pengembangan tenaga nuklir sesuai pendekatan Milestones Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Langkah selanjutnya, PLN menunggu pelaksanaan in-depth mission oleh IAEA untuk menilai kesiapan masuk ke fase konstruksi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, Evy Harya, pada Energy Week 2026 yang digelar BRIN pada 22 September 2026.

PLN menargetkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) mencapai 35 GW pada 2060 sebagai bagian dari komitmen net zero emission. Kapasitas ini akan meningkat bertahap hingga sekitar 6-9 GW pada 2040. Dalam RUPTL 2025-2034, pemerintah dan PLN memasukkan dua unit PLTN dengan kapasitas 2x250 MW di Kalimantan Barat dan Bangka Belitung, namun hanya satu unit 250 MW yang masuk dalam rencana hingga 2034. Lokasi dipilih berdasarkan kriteria keamanan dari bencana geologi, ketidakpadat penduduk, dan bukan area pertambangan.

PLN telah menyusun peta jalan hingga awal 2027, termasuk kajian geologi, review Self Assessment INIR, evaluasi KIND, dan pembahasan RTA. Pada Januari 2027, PLN menargetkan pelaksanaan misi SEED untuk penentuan lokasi dan desain eksternal. Jika sesuai rencana, pelelangan PLTN pertama dapat dimulai pada awal 2027 dengan target operasional sekitar 2037-2038. PLN menekankan pentingnya kolaborasi dengan BRIN, KESDM, dan Bapeten untuk memastikan keamanan, keamanan, dan keberlanjutan pengembangan PLTN.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait