Asia Tenggara Lirik Energi Nuklir, Bagaimana Indonesia?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Negara-negara Asia Tenggara kembali mempertimbangkan energi nuklir sebagai bagian dari strategi meningkatkan pasokan listrik dan mengurangi emisi karbon. Beberapa negara seperti Vietnam, Indonesia, Filipina, dan Thailand telah merencanakan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), dengan target operasional mulai tahun 2032 hingga 2037. Vietnam mengembangkan PLTN konvensional serta reaktor modular kecil (SMR), sementara Indonesia dan Thailand lebih fokus pada SMR. Singapura dan Malaysia masih dalam tahap kajian. Minat ini muncul setelah peristiwa Fukushima 2011 yang sebelumnya menghalangi rencana energi nuklir, namun kini didorong oleh teknologi baru, ketegangan geopolitik, dan kebutuhan akan listrik andal untuk data center.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 18.10
Fase 1 Program Nuklir Nasional Rampung, PLN Tunggu In-Depth Mission IAEA
Berita terkait
Airlangga Temui PM Kanada Bahas Kerja Sama Nuklir-Mineral Kritis
Detik.com · 17 September 2026 pukul 11.50
Kolaborasi Lintas Negara Jadi Kunci Hadapi Krisis Iklim di Asia Tenggara
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 12.34
RI Ditarget Punya Pembangkit Nuklir Tahun 2032, Begini Persiapannya
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.15
Tak Cuma di Darat, Pembangkit Nuklir Bisa Dibangun Terapung
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 19.45