Fenomena Baru: Belanja Sembako Kini Banyak Dibayar Pakai Paylater
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penggunaan layanan paylater kini bergeser dari pembelian barang mahal seperti gadget ke kebutuhan sehari-hari seperti sembako dan pulsa. Head of Marketing Kredivo, Indina Andamari, menyatakan terjadi pergeseran kategori transaksi, namun belum bisa memastikan apakah disebabkan penurunan daya beli atau program promosi. Data Pefindo mencatat pertumbuhan BNPL mencapai 86,7% year-on-year menjadi Rp56,3 triliun per Februari 2026, dengan pertumbuhan tertinggi dari pinjol sebesar 153,49%. OJK melaporkan outstanding pinjol mencapai Rp103,73 triliun per Mei 2026, naik 25,6% secara tahunan. Ekonom INDEF Tauhid Ahmad memperingatkan bahwa masyarakat semakin bergantung pada utang konsumtif, beralih dari 'makan tabungan' ke 'makan utang', yang membebani keuangan dengan bunga tinggi dan berisiko menyebabkan siklus gali lubang tutup lubang.
Bagikan
Berita terkait
Siasat Lunasi Utang dan Paylater Menumpuk Tanpa Terjerat Pinjol
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 06.00
Lipstick Effect Jadi Sinyal Daya Beli Masyarakat Makin Tergerus
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 15.00
Jangan Asal Tagih! OJK Tegaskan Pengguna Paylater dan Pinjol Punya Hak yang Sama
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 20.00
Utang Non Bank Makin Diminati Warga Pinjol hingga Paylater Laris Manis
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.17