Fenomena Maraknya Hotel di Bali Dijual, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi VII DPR RI Eva Monalisa menilai penjualan hotel di Bali tidak bisa dikaitkan hanya dengan kondisi industri perhotelan, melainkan harus dilihat dari ekosistem pariwisata secara keseluruhan. Menurutnya, tingkat kunjungan wisatawan di Bali bervariasi di setiap wilayah, sehingga perlu dikaji faktor seperti infrastruktur, akses transportasi, daya tarik wisata, dan keberadaan UMKM serta ekonomi kreatif. Eva menekankan agar pemerintah tidak hanya melihat satu sektor, tetapi melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian terkait, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan pariwisata.
Eva juga meminta pemerintah mempertimbangkan faktor eksternal seperti kondisi global, bencana, perubahan cuaca, dan khususnya harga tiket pesawat yang memengaruhi akses wisatawan ke Bali. Ia menilai tekanan pada bisnis hotel perlu dikaji secara menyeluruh agar kebijakan tidak hanya fokus pada satu sektor. Sebelumnya, ratusan hotel dan vila di Bali tercatat ditawarkan di platform jual beli properti daring, dengan 524 iklan menggunakan kata kunci 'hotel di Bali', dari mana 244 di antaranya adalah hotel dan vila yang sedang dijual dengan total harga ratusan miliar rupiah.
Bagikan
Berita terkait
DPR Minta Menkeu Baru Pastikan Penyelesaian Kewajiban KCIC tak Bebani Fiskal
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 13.19
DPR Kaget! Utang DBH ke Daerah Rp71 T, APBN 2027 Cuma Siapkan Rp4 T
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 06.55
DPR Protes! Skema Infrastruktur Rp40 T Pemerintah Buat Bayar DBH Pemda
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.58
Koster Minta BRIDA Kaji Upah Minimum, Sektor Pariwisata & UMKM Dipisah
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 10.36