Soal Keputusan FTSE Russell, Ini Respons BEI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengapresiasi keputusan FTSE Russell untuk memperpanjang proses pemantauan pasar modal Indonesia hingga September 2026. Keputusan ini menghargai reformasi transparansi pasar yang telah diterapkan, seperti peningkatan pengungkapan kepemilikan saham di atas 1%, publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC), dan peningkatan pelaporan berdasarkan klasifikasi investor. Jeffrey Hendrik, Direktur Utama BEI, menyatakan bahwa perpanjangan monitoring bertujuan menilai efektivitas reformasi dalam meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor global. Meski perubahan struktural indeks seperti rotasi kategori ukuran saham dan penambahan konstituen baru ditunda hingga Desember 2026, FTSE Russell tetap menerapkan penyesuaian teknis rutin seperti pembaruan ICB dan penurunan free float. BEI berkomitmen untuk terus menjalankan program reformasi guna memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.07
FTSE Russell Tunda Penyesuaian Saham RI hingga Desember 2026
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 14.01
FTSE Tahan Rebalancing Saham RI hingga Desember 2026
Berita terkait
FTSE Russell Tunda Perubahan Besar Indeks Indonesia hingga Desember 2026, Ini Alasannya
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 06.01
OJK Ketemu 100 Investor Global, Pede IHSG Akan Membaik
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 20.30
BEI Suspensi 5 Saham, WIKA hingga AGAR Kena Setop
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 19.36
Direktur Astra (ASII) Borong Saham Rp 2,4 Miliar
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.00