Gaikindo Beber Peluang RI Jadi Hub Kendaraan Listrik di Asean
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan Indonesia berpotensi menjadi pusat atau hub kendaraan listrik (EV) di kawasan Asia Tenggara. Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyebutkan tiga modal utama yang mendukung potensi tersebut, yaitu ketersediaan bahan baku baterai, pasar domestik yang besar, serta kesiapan sumber daya manusia dan ekosistem komponen pendukung.
Putu juga menyoroti perubahan signifikan dalam tren penjualan kendaraan di Indonesia. Pada 2019, kendaraan ramah lingkungan hanya menguasai 0,4 persen dari total penjualan, dengan 99,6 persen masih didominasi kendaraan bermesin konvensional. Namun, hingga 2026, pangsa kendaraan ramah lingkungan telah melonjak pesat menjadi sekitar 27 persen dari total penjualan kendaraan.
Besarnya pasar dalam negeri disebut berfungsi sebagai base load yang kuat bagi pengembangan industri kendaraan bermotor. Kondisi ini tidak hanya menarik investasi asing ke Indonesia, tetapi juga berpeluang memperkuat daya saing industri dan meningkatkan ekspor otomotif Indonesia ke pasar global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 18.30
Insentif Kendaraan Listrik Segera Meluncur, Airlangga: Anggarannya Sudah Ada
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 18.04
Purbaya Rayu Toyota Relokasi Pabrik ke Indonesia, Siapkan Insentif Khusus
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 16.42
Bisnis Tumbuh Double Digit, Begini Strategi Hankook di Semester Pertama 2026
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 16.11
Purbaya Siapkan Jurus Baru Biar Ekonomi RI Tembus 6% di Akhir 2026
Berita terkait
Mobil Listrik Nasional Produksi BYD atau VinFast? GAIKINDO Bilang Gini
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.50
Peluang dan Tantangan Sektor EV di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 18.49
Mengenal Saham Tesla, Bisnis, hingga Cara Membelinya
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 13.33
Insentif Motor Listrik Sudah Diketok, Realisasi Masih Tunggu PMK
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 19.22