Jakarta · Rabu, 7 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Ganti Kapolri hingga Lantik Wantimpres, Mahfud MD Sebut Itu Penanda Prabowo Ingin...

Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian mendadak Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, yang kemudian dipindahkan ke posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Jenderal Suyudi Ario Seto ditunjuk sebagai Kapolri penggantinya. Menurut mantan Menko Mahfud MD, langkah ini merupakan bagian dari strategi konsolidasi kekuasaan dan penguncian politik. Dengan menempatkan figur-figur kunci di dalam struktur kepresidenan, Prabowo ingin memperkecil ruang intervensi dari kekuatan di luar lingkaran kepresidenan.

Mahfud menilai pengumuman pergantian yang dilakukan di menit-menit terakhir merupakan langkah politik yang cerdik. Strategi ini, kata dia, dapat mempersempit tekanan dari luar dan menegaskan komitmen Prabowo sebagai pemimpin yang mandiri. Pemindahan Listyo ke KSP juga dinilai sebagai cara untuk mengendalikan potensi gangguan terhadap stabilitas pemerintahan.

Sebagai bagian dari langkah serupa, Prabowo juga melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Komposisi anggota, yang meliputi akademisi, tokoh senior, hingga pengkritik seperti Rocky Gerung, dinilai sebagai strategi containment atau pengondisian. Mahfud menyoroti ketentuan Pasal 9 UU Wantimpres yang menyebut lembaga ini sebaiknya dibentuk paling lambat tiga bulan setelah Presiden dilantik, namun melihat ada tujuan politik dalam komposisi yang dipilih.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait