Geger Harta Karun Emas 30.000 Ton di Banten Dirampok Asing
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penemuan besar emas di Cikotok, Banten, masuk akal sejak zaman kolonial Belanda. Pemerintah Hindia Belanda mengirim peneliti W.F.F. Oppenoorth pada 1919 untuk eksplor, yang berhasil menemukan cadangan 30.000 ton emas pada 1928. Untuk eksploitasi, dibangun 25 terowongan dengan biaya 80.000 gulden per tahun. Hasil tambang melimpah, dengan lebih dari 61.000 ton emas diekstrak pada 1933, nilai 3,68 miliar gulden. Namun, keuntungan hanya dialokan pemerintah kolonial, sementara penduduk pribumi tidak mendapat manfaat. Setelah merdeka, tambang dikelola NV Perusahaan Pembangunan Pertambangan lalu PT Antam hingga tutup pada 2005. Cikotok menjadi salah satu tambang emas terbesar kolonial, sebelum peran besar dialihkan Freeport di Papua.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 22.39
Tokoh Papua Tengah Soroti WNA terkait Dugaan Aktivitas Tambang Emas
Berita terkait
10 Saran Ahli untuk Kembangkan Hilirisasi Emas RI
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 08.02
Freeport Indonesia Produksi 276.000 Ons Emas di Semester I 2026
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 17.12
Freeport Lepas 12% Saham ke RI Setelah 2041 Tanpa Biaya
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 18.50
RI Dikepung Emas dari Sabang Sampai Merauke, Ini Buktinya
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 08.40