Permintaan Kopi-Besi Loyo, Ekspor Pertanian dan Tambang RI Turun 2 Digit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai ekspor Indonesia mencapai US$25,62 miliar per Agustus 2026, tumbuh 6,72% YoY. Namun ekspor non migas turun karena sektor pertanian turun 11,64% menjadi US$530 juta dan pertambangan turun 19,47% menjadi US$2,79 miliar. Hanya industri pengolahan yang tumbuh 12,48% menjadi US$22,29 miliar. Penurunan pertanian dipicu turunnya permintaan kopi, buah-buahan tahunan. Sementara itu, ekspor pertambangan menurun karena turunnya permintaan besi, tembaga, zirkonium, niobium, tantalum, dan aspal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 15.26
Produksi Beras September-November 2026 Berpotensi Turun
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 14.00
BPS Catat Nilai Tukar Petani September 2026 Naik 1,49 Persen jadi 131,11
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 13.56
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$ 3,55 Miliar di Agustus 2026
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 13.43
Nilai Tukar Petani Tembus 131,11, Naik 1,49 Persen di September 2026
Berita terkait
Jaga Mutu Global, Kopi Arabika Binaan PalmCo Kembali Diekspor ke AS
JPNN.com · 19 September 2026 pukul 17.56
Produksi Beras RI Diprediksi Cuma Naik 0,01% Hingga September 2026
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 17.10
BPS Umumkan Ekspor RI US$25,46 miliar pada Juni 2026, Naik 8,84%
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.32
Ekspor Nikel Terhambat LTJ, Pelaku Usaha Minta Kepastian Standar
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.00