GovTech Bisa Tekan Bansos Salah Sasaran hingga di Bawah 10%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261037/original/007833700_1781675590-Ketua_Komite_Percepatan_Transformasi_Digital_Pemerintah__KPTDP___Luhut_Binsar_Pandjaitan-17_Juni_2026b.jpg)
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan GovTech dapat menekan penyaluran bansos tidak tepat sasaran dari 77,6% di Banyuwangi menjadi kurang dari 10%. Pemerintah mengintegrasikan data dari berbagai kementerian untuk dianalisis AI. Pengembangan GovTech mencapai 79%, diluncurkan Oktober 2026. Semua data pemerintah berbasis ID akhir 2026, menciptakan digital single ID. Penggunaan GovTech diperkirakan menghemat Rp1.200 triliun, menutup kebocoran, dan meningkatkan transparansi. Transformasi digital ini juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 5 September 2026 pukul 16.22
Luhut Ungkap Pemerintah Bakal Uji Coba Transfer Tunai Bansos Awal 2027
Berita terkait
Luhut: Bansos Salah Sasaran Turun dari 77,6% Jadi di Bawah 5%
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 17.04
Luhut Ungkap Data Bansos Salah Sasaran: Dulu 77,6%, Kini di Bawah 5%
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 12.06
Luhut: AI Bakal Pangkas Korupsi, Pertemuan Orang Dikurangi
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 20.15
Skema Bansos Diubah, Langsung Transfer ke Penerima Mulai 2027
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 17.00