Harga BBM Bersubsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun, Ekonom: Bebani APBN tapi Penting Jaga Daya Beli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah memutuskan menjaga harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak naik hingga akhir tahun 2026, meskipun harga minyak dunia mencapai USD 107 per barel. Keputusan ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga kinerja sektor produksi yang bergantung pada kelas menengah ke bawah. Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, mendukung kebijakan ini meskipun menyadari dampaknya pada beban subsidi di APBN. Menurutnya, menjaga kemurahan BBM saat ini penting mengingat banyak pihak khawatir terkait keterjangkauan harga BBM bagi masyarakat. Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, memastikan harga BBM tidak akan berubah dibandingkan September 2026. Namun, harga BBM nonsubsidi akan tetap mengikuti fluktuasi harga pasar global. Wakil Menteri Energi, Yuliot, menegaskan bahwa penyesuaian harga untuk BBM nonsubsidi akan dilakukan berdasarkan rata-rata harga minyak dunia dalam satu bulan. Kebijakan ini bertujuan menyeimbangkan antara dukungan pemerintah terhadap perekonomian dan ketahanan keuangan negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 16.41
Harga BBM Non Subsidi Tidak Naik Oktober, Pertamina Ungkap Alasannya
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 15.25
Tak Lagi Lelang, RI Sampai Hunting Buat Dapatkan BBM
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 15.25
Lelang Sepi, RI Sampai Hunting Buat Dapatkan Stok BBM
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 15.03
Pemerintah Klaim Harga BBM RI Lebih Murah Dibandingkan Negara Lain
Berita terkait
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik Sampai Akhir Tahun
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 18.05
Airlangga pastikan harga BBM tidak naik hingga akhir 2026
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 15.35
Melesat 52 Persen, Realisasi Subsidi dan Kompensasi Capai Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 17.26
Subsidi Tembus Rp331 Triliun, Konsumsi BBM-LPG dan Listrik Bersubsidi Malah Ikut Naik
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 14.29