Harga Emas Dunia Anjlok 3%, Pasar Makin Yakin The Fed Naikkan Suku Bunga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
Harga emas dunia turun 0,5% pada perdagangan Senin (1/9/2026), mencapai US$ 4.431,39 per ounce, dan berada di dekat level terendah dalam dua pekan. Penurunan ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve setelah komentar hawkish dari Ketua The Fed Kevin Warsh. Tekanan tambahan datang dari lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga turun 1% menjadi US$ 4.482,60 per ounce. Meski melemah, harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 9,6% sepanjang Agustus, menjadi kinerja bulanan terkuat sejak Januari. Menurut Daniel Pavilonis, Senior Market Strategist di StoneX, faktor utama penekan harga emas adalah kenaikan suku bunga, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, serta kekuatan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS.
Lonjakan harga minyak mentah lebih dari 3% pada Senin semakin memperkuat tekanan inflasi setelah AS menyerang sebuah pulau milik Iran di Selat Hormuz. Eskalasi konflik ini, yang telah memasuki bulan ketujam, semakin memperburuk ketegangan geopolitik. Dolar AS tetap kuat meski mengalami sedikit pelemahan pada Senin, yang membantu membatasi penurunan harga emas lebih lanjut. Sebelumnya, harga emas anjlok lebih dari 3% pada Jumat, mencatat penurunan harian tertinggi sejak 10 Juni. Komentar Warsh di simposium Jackson Hole mendorong pasar meningkatkan taruhan kenaikan suku bunga The Fed pada September, dengan peluang mencapai 64% berdasarkan CME FedWatch Tool.
Pasar kini menantikan laporan ketenagakerjaan ADP dan data nonfarm payrolls (NFP) Agustus yang akan dirilis pekan ini sebagai petunjuk arah kebijagan suku bunga. Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,4% menjadi US$ 66,1351 per ounce, namun masih mencatat kenaikan sekitar 15% sepanjang September. Harga platinum turun 1,8% menjadi US$ 1.787,63 per ounce, sementara palladium merosot hampir 4% menjadi US$ 1.365,09 per ounce. Kedua logam ini masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Desember.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 15.12
Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.710
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 09.03
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.725 Pagi Ini
kumparan · 1 September 2026 pukul 06.00
Investor Cermati Potensi Kenaikan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Melemah
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 07.04
IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Investor Cermati Sinyal Hawkish The Fed
Berita terkait
Harga Emas Hari Ini Anjlok 1% Terseret Penguatan Dolar AS
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 07.29
Simak Daftar Lengkap Harga Emas Perhiasan Hari Ini 31 Agustus 2026
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.15
Top 3: Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 08.00
Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 07.38