Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Harga Emas Dunia Anjlok 3%, Pasar Makin Yakin The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga emas dunia turun 0,5% pada perdagangan Senin (1/9/2026), mencapai US$ 4.431,39 per ounce, dan berada di dekat level terendah dalam dua pekan. Penurunan ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve setelah komentar hawkish dari Ketua The Fed Kevin Warsh. Tekanan tambahan datang dari lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga turun 1% menjadi US$ 4.482,60 per ounce. Meski melemah, harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 9,6% sepanjang Agustus, menjadi kinerja bulanan terkuat sejak Januari. Menurut Daniel Pavilonis, Senior Market Strategist di StoneX, faktor utama penekan harga emas adalah kenaikan suku bunga, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, serta kekuatan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS.

Lonjakan harga minyak mentah lebih dari 3% pada Senin semakin memperkuat tekanan inflasi setelah AS menyerang sebuah pulau milik Iran di Selat Hormuz. Eskalasi konflik ini, yang telah memasuki bulan ketujam, semakin memperburuk ketegangan geopolitik. Dolar AS tetap kuat meski mengalami sedikit pelemahan pada Senin, yang membantu membatasi penurunan harga emas lebih lanjut. Sebelumnya, harga emas anjlok lebih dari 3% pada Jumat, mencatat penurunan harian tertinggi sejak 10 Juni. Komentar Warsh di simposium Jackson Hole mendorong pasar meningkatkan taruhan kenaikan suku bunga The Fed pada September, dengan peluang mencapai 64% berdasarkan CME FedWatch Tool.

Pasar kini menantikan laporan ketenagakerjaan ADP dan data nonfarm payrolls (NFP) Agustus yang akan dirilis pekan ini sebagai petunjuk arah kebijagan suku bunga. Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,4% menjadi US$ 66,1351 per ounce, namun masih mencatat kenaikan sekitar 15% sepanjang September. Harga platinum turun 1,8% menjadi US$ 1.787,63 per ounce, sementara palladium merosot hampir 4% menjadi US$ 1.365,09 per ounce. Kedua logam ini masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Desember.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait