Harga Emas Hari Ini Anjlok 1% Terseret Penguatan Dolar AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
Harga emas anjlok 1,1% pada Selasa (28/7/2026) ke US$4.032,42 per ons, terseret penguatan dolar AS yang bertahan di dekat level tertinggi satu bulan. Investor menanti keputusan suku bunga The Fed pekan ini dan komentar Ketua Kevin Warsh. Peluang The Fed menahan suku bunga sebesar 69%, sementara 77% memperkirakan kenaikan pada September. Sejak perang AS-Israel dengan Iran akhir Februari, emas telah turun sekitar 24% karena ekspektasi inflasi akibat perang membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama. Harga energi tinggi menjadi kekhawatiran inflasi bagi The Fed, mendorong kebijakan hawkish dan tekanan pada emas. Commerzbank memangkas perkiraan harga emas akhir tahun sebesar US$300 menjadi US$4.500 per ons, dengan catatan tanpa perubahan ekspektasi suku bunga, pemulihan harga emas kecil kemungkinannya. Logam lain juga tertekan: perak turun 2,2%, platinum 1,4%, dan paladium 2,4%. Di sisi geopolitik, Presiden Trump menyebut ada pembicaraan baik dengan Iran namun ancaman serangan tetap ada jika negosiasi gagal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 09.06
Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp18.050
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 08.01
The Fed Tahan Suku Bunga di 3,6%, Tiga Anggota Terpecah Dorong Kenaikan
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 07.30
5 Poin Penting The Fed Meeting: Suku Bunga Ditahan, Pasar Was-Was
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 15.04
Dolar AS Perkasa, Rupiah Ditutup Melemah Jadi Rp18.075/US$
Berita terkait
Harga Emas Dunia Menguat Usai The Fed Tahan Suku Bunga
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 07.20
Harga Emas Dunia Tembus US$ 4.100 Usai Keputusan The Fed
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 07.30
Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo, Dolar AS Turun ke Rp17.820
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.08
Rupiah Berbalik Menguat Tipis Sore Ini, Dolar AS Parkir di Rp17.860
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.06