Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Emas Dunia Turun di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (4/8/2026) di tengah ketidakpastian perang di Timur Tengah dan kekhawatiran inflasi. Harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.029,84 per ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus terkoreksi 0,5% ke US$ 4.029,00 per ounce. Analis Marex, Edward Meir, mengatakan harga emas telah bergerak dalam kisaran sempit sekitar US$ 4.000 hingga US$ 4.200 per ounce selama lebih dari satu bulan, ditopang ekspektasi inflasi kembali meningkat pada Juli setelah melandai pada Juni. Perhatian investor juga tertuju pada sikap pejabat Federal Reserve. Tiga pejabat The Fed menegaskan penundaan kenaikan suku bunga berisiko membuat inflasi tetap di atas target 2%. Presiden The Fed New York, John Williams, menyatakan bank sentral siap menaikkan suku bunga jika inflasi tak mereda. Sentimen ini muncul setelah harga minyak melonjak lebih dari 20% akibat konflik AS-Iran dan serangan terhadap kapal tanker di sekitar Oman. Kenaikan harga energi memperkuat ekspektasi The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Iran menyatakan tidak sedang melakukan pembicaraan dengan AS, bertolak belakang dengan klaim Presiden Donald Trump. Pelaku pasar menunggu data ketenagakerjaan AS pekan ini, termasuk laporan ADP dan nonfarm payrolls (NFP). Bank sentral Korea Selatan mengumumkan akan membeli emas dari produsen lokal untuk menambah cadangan. Logam mulia lain juga melemah: perak turun 0,8% ke US$ 57,18 per ounce, platinum turun 1,6% ke US$ 1.616,42, dan paladium turun 1,8% ke US$ 1.251,16 per ounce.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait