Menkeu: Eskalasi konflik Timteng dorong imbal hasil SBN ke 7,14 persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenar 10 tahun sebesar 31 bps (quarter to quarter) menjadi 7,14 persen pada akhir triwulan II 2026. Konflik tersebut juga mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global, sehingga memicu aksi risk-off investor di pasar SBN. Purbaya menambahkan bahwa kenaikan yield tenor 10 tahun per 30 Juli 2026 juga dialami oleh beberapa negara berkembang lainnya sejak awal tahun, seperti Turki (524 bps), Filipina (148 bps), dan Brazil (106 bps).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 19.19
Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil, Kredit Perbankan Tumbuh 12,67%
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 19.17
OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 07.20
Harga Emas Dunia Turun di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 10.33
Rupiah Dibuka Melemah terhadap Dolar AS, Begini Prediksi Hari Ini
Berita terkait
Emas vs tabungan bank: Mana yang lebih menguntungkan? Ini faktanya
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 11.35
Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 09.57
Kemenkeu Minta Pasar Modal Biayai 91 Persen Investasi RI 2027
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 21.20
Investor Pasar Modal Capai 28 Juta, Wamenkeu Ingatkan Soal Penguatan Tata Kelola
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 18.00