Rupiah Menguat Jelang BI Rate, Dolar AS Turun ke Rp17.835
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat 0,08% atau 15 poin ke Rp17.835/US$ pada perdagangan Rabu (23/9/2026) sebelum pengumuman suku bunga BI Rate. Penguatan ini balikkan dari penurunan 0,14% pada Selasa (Rp17.850). Indeks dolar AS (DXY) naik 0,01% ke 100,612. BI dijadwalkan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini, yang pertama bagi Gubernur baru Destry Damayanti. Delapan dari 11 responden memperkirakan BI Rate ditahan di 5,75%, tiga responden proyeksikan kenaikan 25 bps ke 6,00%. Jika mempertahankan suku bunga, keputusan akan menjadi ketiga kali bertahan secara beruntun setelah Mei-Juni 2026. Dolar AS mendapat dukungan dari prospek penaikan suku bunga The Fed, meski harga minyak Brent turun ke US$99,22/barel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 September 2026 pukul 10.48
BI Rate Diproyeksi Tetap 5,75 Persen di Tengah Tekanan Rupiah dan Global
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 10.18
Rupiah Tertekan, BI Diramal Masih Tahan Suku Bunga di Level 5,75%
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 09.06
BI-Rate diprediksi tetap di RDG September, berpeluang naik akhir tahun
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 09.12
Rupiah Dibuka Melemah, Pasar Cermati Arah Suku Bunga BI
Berita terkait
Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Ditutup Merosot
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 17.15
Video: Pengelola Dana Jumbo Ungkap Nasib Rupiah-Kebijakan BI dan The Fed
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.33
Rupiah Ditutup Tertekan, Pasar Nantikan Keputusan BI Rate dan Cermati Risiko Fiskal
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 15.35
The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Melemah ke Rp17.735/US$
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.15