Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Ditutup Merosot
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
Rupiah melemah 0,32 persen atau 57 poin, ditutup di level 17.753 per dolar AS pada perdagangan Kamis. Tekanan ini dipicu oleh keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) ke kisaran 3,75-4,00 persen, menandai kenaikan pertama sejak Juli 2023. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga merosot ke 17.753 per dolar AS dari 17.712 sehari sebelumnya. Analis Ibrahim Assuaibi menyatakan bahwa ketegangan pasar semakin tinggi setelah The Fed menegaskan komitmennya menekan inflasi, sementara Presiden AS Donald Trump menuntut pemotongan suku bunga ke 1 persen, mencerminkan gesekan antara Gedung Putih dan The Fed. Ketidakpastian ini berdampak langsung pada pelemahan mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.15
The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Melemah ke Rp17.735/US$
kumparan · 17 September 2026 pukul 11.03
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 11.22
Pengamat Optimistis The Fed Pertahankan Suku Bunga, Ini Alasannya
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 18.08
Kenaikan Suku Bunga The Fed Bisa Percepat Capital Outflow
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Melemah ke 17.696, Investor Menanti Hasil Rapat The Fed
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 18.51
Video: Pengelola Dana Jumbo Ungkap Nasib Rupiah-Kebijakan BI dan The Fed
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.33
Rupiah Menguat ke Rp17.718, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga dari Pidato Kevin Warsh
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 17.15
The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.753
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 15.49