Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Listrik Panas Bumi Masih di Atas Batu Bara, Pemerintah Dorong Skema Karbon

Harga listrik dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan listrik dari batu bara. Menurut Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, harga listrik panas bumi berkisar antara 9 hingga 10,35 sen per kWh, sementara listrik batu bara hanya sekitar 6–7 sen per kWh. Perbedaan harga ini diakui pemerintah namun tetap dilihat bersama dengan manfaat lingkungan yang ditawarkan oleh energi panas bumi sebagai sumber energi bersih.

Meski secara ekonomi masih kalah dari batu bara, panas bumi memiliki keunggulan sebagai energi beban dasar (baseload) yang dapat menyediakan listrik secara stabil tanpa henti. Berbeda dengan batu bara yang butuh waktu sekitar 12 jam untuk kembali menghasilkan listrik setelah terjadi trip, panas bumi dapat terus menghasilkan energi secara berkelanjutan.

Untuk mendukung keekonomian energi terbarukan, pemerintah sedang mengembangkan skema perdagangan karbon (carbon trading). Skema ini bertujuan agar nilai karbon yang dihasilkan dari pengembangan energi bersih dapat menjadi tambahan manfaat ekonomi bagi pengembang. Aturan terkait carbon trading sedang disiapkan dan akan segera diselesaikan agar pengembang dapat mengklaim nilai karbon yang mereka hasilkan.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait