Harga Listrik Panas Bumi Masih di Atas Batu Bara, Pemerintah Dorong Skema Karbon
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga listrik dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan listrik dari batu bara. Menurut Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, harga listrik panas bumi berkisar antara 9 hingga 10,35 sen per kWh, sementara listrik batu bara hanya sekitar 6–7 sen per kWh. Perbedaan harga ini diakui pemerintah namun tetap dilihat bersama dengan manfaat lingkungan yang ditawarkan oleh energi panas bumi sebagai sumber energi bersih.
Meski secara ekonomi masih kalah dari batu bara, panas bumi memiliki keunggulan sebagai energi beban dasar (baseload) yang dapat menyediakan listrik secara stabil tanpa henti. Berbeda dengan batu bara yang butuh waktu sekitar 12 jam untuk kembali menghasilkan listrik setelah terjadi trip, panas bumi dapat terus menghasilkan energi secara berkelanjutan.
Untuk mendukung keekonomian energi terbarukan, pemerintah sedang mengembangkan skema perdagangan karbon (carbon trading). Skema ini bertujuan agar nilai karbon yang dihasilkan dari pengembangan energi bersih dapat menjadi tambahan manfaat ekonomi bagi pengembang. Aturan terkait carbon trading sedang disiapkan dan akan segera diselesaikan agar pengembang dapat mengklaim nilai karbon yang mereka hasilkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.19
ESDM Sebut Energi Panas Bumi Bisa Saingi Batu Bara, Ini Alasannya
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.39
Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.34
Bakal Jadi Andalan, 88% Cadangan Panas Bumi RI Belum Dimanfaatkan
Berita terkait
Data Center & AI Mulai Berburu Energi Hijau, Geo Dipa Bidik Peluang Baru
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 10.09
Ledakan Hilirisasi Nikel Picu Lonjakan PLTU Captive Batu Bara RI
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 20.00
PLTP Ungaran Perkuat Pasokan Listrik di Jawa Tengah
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 11.54
Ambisi RI Miliki 100 GW PLTS dan Keluar dari Batu Bara, Realistis?
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.15