Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri

Indonesia sedang memasuki fase kritis dalam transisi energi, di mana fokus beralih dari sekadar menetapkan target ke pada implementasi nyata. Hal ini disampaikan dalam Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan IndoSolar 2026 di Jakarta pada 19-20 Agustus 2026. Tema 'From Targets to Action: Delivering Indonesia's Energy Transition' menekankan bahwa mencapai target energi terbarukan (EBT) tidak cukup hanya dengan menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga memastikan sistem dapat menyalurkan listrik hijau ke tempat yang dibutuhkan secara andal dan berkelanjutan.

RUPTL PLN 2025-2034 merencanakan penambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 GW dalam sepuluh tahun, dengan 42,6 GW berasal dari EBT dan 10,3 GW dari sistem penyimpanan. Tenaga surya mendapat alokasi terbesar (17,1 GW), diikuhi hidro (11,7 GW), angin (7,2 GW), panas bumi (5,2 GW), dan bioenergi (0,9 GW). Namun, kapasitas terpasang tidak selalu berarti listrik hijau yang tersedia karena sumber seperti surya dan angin bersifat tidak menentukan. Oleh karena itu, sistem membutuhkan penyimpanan energi, pembangkit fleksibel, interkoneksi, dan jaringan transmisi yang kuat.

PLN merencanakan pembangunan 47.758 km jaringan transmisi baru dan penambahan kapasitas gardu induk sebesar 107.950 MVA untuk menghubungkan sumber EBT yang tersebar dengan pusat konsumsi di Jawa dan koridor ekonomi utama. Transmisi bukan lagi sekadar infrastruktur teknis, tetapi kunci strategis dalam menghubungkan energi bersih dengan pusat industri. Selain itu, batu bara masih mendominasi pasokan energi primer nasional (sekitar 40 persen), sehingga transisi perlu dilakukan secara bertahap dengan memastikan pengganti sistem yang siap sebelum mengurangi peran PLTU. Elektrifikasi kendaraan dan industri juga perlu diimbangi dengan peningkatan intensitas karbon rendah pada sistem ketenagalistrikan agar benar-benar berkontribusi pada dekarbonisasi.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait