Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia sedang memasuki fase kritis dalam transisi energi, di mana fokus beralih dari sekadar menetapkan target ke pada implementasi nyata. Hal ini disampaikan dalam Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan IndoSolar 2026 di Jakarta pada 19-20 Agustus 2026. Tema 'From Targets to Action: Delivering Indonesia's Energy Transition' menekankan bahwa mencapai target energi terbarukan (EBT) tidak cukup hanya dengan menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga memastikan sistem dapat menyalurkan listrik hijau ke tempat yang dibutuhkan secara andal dan berkelanjutan.
RUPTL PLN 2025-2034 merencanakan penambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 GW dalam sepuluh tahun, dengan 42,6 GW berasal dari EBT dan 10,3 GW dari sistem penyimpanan. Tenaga surya mendapat alokasi terbesar (17,1 GW), diikuhi hidro (11,7 GW), angin (7,2 GW), panas bumi (5,2 GW), dan bioenergi (0,9 GW). Namun, kapasitas terpasang tidak selalu berarti listrik hijau yang tersedia karena sumber seperti surya dan angin bersifat tidak menentukan. Oleh karena itu, sistem membutuhkan penyimpanan energi, pembangkit fleksibel, interkoneksi, dan jaringan transmisi yang kuat.
PLN merencanakan pembangunan 47.758 km jaringan transmisi baru dan penambahan kapasitas gardu induk sebesar 107.950 MVA untuk menghubungkan sumber EBT yang tersebar dengan pusat konsumsi di Jawa dan koridor ekonomi utama. Transmisi bukan lagi sekadar infrastruktur teknis, tetapi kunci strategis dalam menghubungkan energi bersih dengan pusat industri. Selain itu, batu bara masih mendominasi pasokan energi primer nasional (sekitar 40 persen), sehingga transisi perlu dilakukan secara bertahap dengan memastikan pengganti sistem yang siap sebelum mengurangi peran PLTU. Elektrifikasi kendaraan dan industri juga perlu diimbangi dengan peningkatan intensitas karbon rendah pada sistem ketenagalistrikan agar benar-benar berkontribusi pada dekarbonisasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.36
Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 18.01
Video: 5 Proper Emas, Bukti Sukses PGE Kelola Lingkungan - Masyarakat
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 21.21
PLN Targetkan 100 Persen Kendaraan Operasional Listrik pada Akhir 2026
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.39
Ibas Sebut Target 100 GW Listrik Bukan Cuma Soal Pembangkit, tapi Fondasi Ekonomi Tangguh
Berita terkait
Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, Bisa Hasilkan Listrik Bersih hingga Gerakkan Ekonomi
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 12.21
Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, Dari Listrik Rendah Emisi hingga Penggerak Ekonomi
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 17.00
PLN Garap WKP Gunung Ungaran 55 MW, ini Dampak Positif untuk Ekonomi Lokal
JawaPos · 20 September 2026 pukul 15.15
Ambisi RI Miliki 100 GW PLTS dan Keluar dari Batu Bara, Realistis?
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.15