Harga Masker Melonjak Usai Sebaran Abu Vulkanik Meluas, Pramono: 'Jangan Mempermainkan Harga di Tengah Bencana'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga masker melonjak signifikan di tengah penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang meluas hingga ke wilayah Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkirakan kenaikan harga mencapai berkali-kali lipat dibandingkan harga normal sebelumnya. Pramono menyampaikan kekecewaan terhadap tindakan pedagang yang memanfaatkan situasi darurat untuk meraih keuntungan berlebihan, menekankan bahwa masker merupakan kebutuhan publik penting untuk melindungi masyarakat dari paparan abu vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan. Di tengah kondisi ini, Pramono meminta seluruh pedagang untuk tidak memainkan harga masker dan menjaga ketersediaan serta aksesibilitasnya bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk memastikan masyarakat tetap dilindungi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil langkah konkret dengan membagikan masker secara gratis di berbagai tempat umum strategis di sepanjang kota. Distribusi masker ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya respons terpadu pemerah bahayanya terhadap dampak sebaran abu vulkanik, memastikan bahwa warga tetap memiliki akses ke perlindungan yang diperlukan meskipun ketersediaan pasar tradisional terganggu akibat lonjakan permintaan yang tidak wajar.
Bagikan
Berita terkait
Utang Whoosh Dilimpahkan ke Negara, Purbaya Yakin Bisa Nyicil 80 Tahun
JawaPos · 8 September 2026 pukul 19.00
Menko Airlangga Sebut Aset Keuangan Syariah RI Tembus Rp 3.131 T
kumparan · 8 September 2026 pukul 19.00
Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes Merah Putih Disorot, Legislator Komisi VI DPR: Jangan Jadi Bantalan
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 18.56
RELI Bidik Pendapatan Rp62,86 Miliar dan Laba Rp24 Miliar pada 2026
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 18.55