Harga Minyak Bangkit Usai Anjlok 5%, Pasar Pantau Negosiasi AS-Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia naik tipis pada Rabu (5/8/2026) setelah anjlok lebih dari 5% sehari sebelumnya, didorong optimisme pasar terhadap kemungkinan kesepakatan diplomatik AS-Iran. Kontrak Brent untuk pengiriman terdekat naik 0,38% ke US$79,66 per barel, sementara WTI naik 0,16% ke US$75,89 per barel. Penurunan tajam sebelumnya membuat Brent turun 5,3% ke US$79,36 (terendah sejak 13 Juli) dan WTI turun 5,7% ke US$75,77 (terendah dalam tiga pekan). Pernyataan pejabat AS seperti Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent mengindikasikan kemajuan dalam pembicaraan tentang peningkatan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, sementara Qatar melaporkan upaya diplomatik terus berlangsung. Meskipun demikian, arus kapal di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb tetap rendah, dan Aramco memperkirakan dunia kehilangan lebih dari 2,6 miliar barel pasokan sejak perang Iran dimulai pada Februari. Sebelum koreksi ini, Brent sempat menyentuh US$100,69 pada 23 Juli, namun telah turun lebih dari 20% dalam dua pekan. Goldman Sachs memperkirakan Brent akan bergerak dalam kisaran US$80-90 per barel hingga ada kejelasan tentang kesepakatan baru atau eskalasi konflik.
Bagikan
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Siap Meledak di Tengah Kebuntuan Negosiasi Damai AS-Iran, Selat Hormuz Mencekam
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 09.04
Harga Minyak Dunia Tembus USD88,52 per Barel, Melonjak 6% dalam Sepekan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.00
Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$90 per Barel Pekan Depan
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.30
Serangan Kapal di Selat Hormuz Meningkat, Ketegangan AS-Iran Memanas
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 08.07