Harga Minyak Berangsur Turun, Pasar Pantau Peluang Gencatan Senjata AS-Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah turun pada perdagangan Jumat (25/9/2026) seiring pasar menantikan kemungkinan gencatan senjata antara AS dan Iran. Minyak Brent turun 0,69% ke US$105,85 per barel, sementara WTI melemah 0,86% ke US$93,80 per barel. Penurunan ini terjadi setelah sempat mengalami volatilitas tinggi sepanjang pekan, dengan Brent mencatat kenaikan 3,4% dan WTI naik 2,7% pada perdagangan Kamis sebelumnya. Secara mingguan, WTI masih turun 6,42% sementara Brent naik 2,09%.
Pasar kini fokus pada perundingan damai AS-Iran di New York, yang sedang mengeksplorasi langkah bertahap untuk mengakhiri konflik, termasuk kemungkinan Iran membuka kembali Selat Hormuz dan AS mencabut sanksi. Namun, kekhawatiran serangan terhadap fasilitas minyak di Timur Tengah masih membatasi penurunan harga. Serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi juga meningkatkan ketegangan pasokan.
Sejak konflik AS-Iran dimulai pada akhir Februari, sekitar 20% pengiriman minyak dan gas global terganggu, mendorong lonjakan harga hingga 50% pada Maret. Ketidakpastian terus menyelimuti perdagangan melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 25 September 2026 pukul 08.30
Harga Minyak Naik Usai Serangan Houthi Picu Kekhawatiran Pasokan
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 10.07
Harga Minyak Dunia Turun Didorong Pulihnya Pasokan Arab Saudi
Berita terkait
Harga Minyak Melonjak di Atas 3%, Serangan Saudi dan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 10.03
Harga Minyak Dunia Naik ke US$89, Pasar Ragukan Kesepakatan AS-Iran
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 10.28
Harga Minyak Dunia Tertekan, Harapan Damai AS-Iran Menguat
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 07.30
Harga Minyak Turun 1%, Pasar Mulai Redam Kekhawatiran Gangguan Pasokan Timur Tengah
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 09.17