Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Melonjak di Atas 3%, Serangan Saudi dan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak dunia melonjak kuat pada Senin (14/9/2026) setelah serangan baru menyasar wilayah Arab Saudi dan kapal di sekitar Selat Hormuz. Minyak Brent naik lebih dari US$3 per barel atau sekitar 3%, mencapai sekitar US$107,51 per barel, sementara WTI naik ke sekitar US$102,32 per barel. Lonjakan ini didorong oleh kekhawatiran pasar akan keberlangsutan pasokan minyak dari Timur Tengah.

Serangan drone mengganggu operasional pipa East-West milik Arab Saudi yang panjangnya sekitar 1.200 kilometer dengan kapasitas 4-5 juta barel per hari menuju pelabuhan Yanbu. Pipa ini menjadi alternatif penting karena Selat Hormuz mengalami gangguan. Jika gangguan berlanjut, pasokan global bisa berkurang hingga 4%. Kelompok Houthi juga menguasai Pulau Perim di dekat Selat Bab el-Mandeb, jalur yang melintasi 4-5% lalu lintas minyak dunia.

Pasar mencatat kenaikan sekitar 8% dalam sepekan dan harga minyak kembali melewati US$100 per barel untuk pertama kalinyh sejak Juli. Upaya diplomasi di Oman ditunda karena belum ada kesepakatan. Lonjakan harga ini meningkatkan risiko inflasi global dan menekan ruang bank sentral untuk kebijakan moneter. Pasar kini memantau pemulihan operasional pipa Arab Saudi dan normalisasi jalur pelayaran di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb.

Peristiwa ini diliput 6 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait