Harga Minyak Brent Mendekati US$91, Pasokan Global Terancam Terganggu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak Brent naik ke dekat US$91 per barel selama empat sesi perdagangan berturut-turut. Kenaikan dipicu ketidakpastian antara AS dan Iran, meski belum ada negosiasi resmi. AS masih menerapkan blokade laut terhadap Iran, meningkatkan risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak global. Delapan serangan kapal dilaporkan bulan ini, menambah ketegangan. Di sisi lain, stok minyak mentah AS turun 328.000 barel pada pekan lalu, membantu dukungan harga Brent. Pasar memantau kondisi di Selat Hormuz yang kritis bagi distribusi energi dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.33
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$91 usai Harapan Damai AS-Iran Redup
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.10
Harga Minyak Dunia Makin Mendidih, Kini Sentuh US$ 93,82
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 08.15
Angin Segar Penguatan Rupiah Diramal Mulai Berhembus hingga Akhir 2026, Ini Penyebabnya
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.55
Harga Minyak Dunia Mendaki ke US$91,87 saat Pasar Cermati Arah Perang
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Melesat 2,5 Persen Usai AS Serang Iran
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 08.44
Harga Minyak Dunia Tertahan, Kesepakatan Selat Hormuz Dinanti
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.40
Minyak Mentah Tembus USD 100/Barel, Airlangga Jamin Masuk Perkiraan APBN
kumparan · 29 September 2026 pukul 13.29
Perang Timteng Makin Membara, AS-Iran Saling Serang Membabi-buta
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 07.00