Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$87,39 Imbas Memanasnya Timur Tengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada Rabu (29/7), didorong eskalasi ketegangan militer di Timur Tengah dan penurunan cadangan AS. Harga Brent naik US$3,30 (3,9%) ke US$87,39 per barel, sementara WTI menguat US$3,05 (3,8%) ke US$82,31 per barel menurut data Reuters pukul 03.00 GMT. Kenaikan ini terjadi setelah pasukan AS dan Arab Saudi melancarkan serangan balasan ke fasilitas persenjataan di Irak timur, merespons serangan drone yang diduga didukung Iran terhadap infrastruktur energi Saudi serta upaya menyerang pasukan AS yang digagalkan.
Faktor geopolitik memperparah kekhawatiran pasar soal pasokan dari kawasan Teluk Persia. Di sisi lain, data American Petroleum Institute (API) menunjukkan cadangan minyak mentah AS menyusut sekitar 3,3 juta barel per 24 Juli, menambah tekanan bullish. Data resmi dari Energy Information Administration (EIA) dijadwalkan dirilis hari yang sama.
Menurut laporan Reuters, OPEC+ diperkirakan akan membekukan rencana kenaikan produksi selama tiga bulan mulai Oktober, setelah menyelesaikan tahap pengembalian kuota dari pemangkasan sukarela sebelumnya. Kebijakan ini diperkuat mendukung harga di level tinggi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 10.15
Stok AS Menyusut dan OPEC+ Siap Tahan Produksi, Harga Minyak Naik 4%
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 07.40
Harga Minyak Dunia Turun, Arab Saudi Usulkan Koalisi Amankan Jalur Perdagangan
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 14.56
Alert! AS Mulai Serangan Skala Besar ke Iran, Berlangsung 2 Jam
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 14.45
Serangan Gabungan AS-Saudi Akibatkan Harga Minyak Melonjak?
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$91 usai Harapan Damai AS-Iran Redup
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.33
Gejolak Baru di Timur Tengah, Harga Minyak Meroket Nyaris 4%
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 15.57
Harga minyak turun usai AS siap lanjutkan dialog dengan Iran
ANTARA News · 3 Agustus 2026 pukul 17.08
Harga Minyak Sentuh US$91, Perang AS - Iran Kembali Jadi Ancaman
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.25