Serangan Gabungan AS-Saudi Akibatkan Harga Minyak Melonjak?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Eskalasi ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah pasukan udara gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan ke Irak. Serangan ini menyasar milisi pro-Iran, termasuk Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), sebagai balasan atas serangan drone sebelumnya yang menargetkan pasukan AS dan fasilitas minyak Arab Saudi. Pihak Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan drone ke fasilitas minyaknya di timur negara tersebut dan menyalahkan kelompok pendukung Iran di Irak.
Akibat serangan gabungan pada Rabu, 29 Juli 2026, setidaknya 20 anggota PMF tewas. Situasi ini berdampak langsung pada pasar minyak global. Harga minyak mentah berjangka Brent melonjak sebesar 7,9% dan ditutup pada US$ 90,74 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 6,6% menjadi US$ 84,46 per barel. Dampak lebih lanjut terhadap pasar Asia dan Indonesia masih perlu diawasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 14.56
Alert! AS Mulai Serangan Skala Besar ke Iran, Berlangsung 2 Jam
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.25
Prabowo Ungkap Biang Kerok Konflik Timur Tengah, Ada 'Lomba' Nuklir!
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 11.15
Permintaan Tiket Pesawat Global Merosot Imbas Konflik Timur Tengah
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 16.20
Serangan Udara AS-Arab Saudi ke Irak Menewaskan 20 Orang
Berita terkait
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Trump Ingin Caplok Selat Hormuz sebagai Wilayah Amerika Serikat
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 11.01
Iran Belum Putuskan Lanjutkan Perundingan dengan AS
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 09.01
2 Kapal Minyak UEA Diserang Saat Melintasi Selat Hormuz
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 13.16