Harga Minyak Dunia Naik, Mendag Waspadai Defisit Migas Gerus Surplus Dagang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perdagangan Budi Santoso memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak dunia dapat memperlebar defisit sektor migas dan menggerogoti surplus neraca perdagangan Indonesia. Pemerintah berupaya menekan defisit migas agar tidak berlebihan, sambil tetap mendorong ekspor nonmigas untuk mempertahankan surplus perdagangan nasional. Menurutnya, kebijakan fokus terletak pada peningkatan ekspor agar surplus nonmigas tetap kuat meski defisit migas meningkat.
Pada perdagangan Selasa (22/9), harga minyak turun setelah Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari, yang meredakan ketegangan pasokan global. Kontrak minyak Brent untuk pengiriman November turun 0,89 persen menjadi USD 99,45 per barel, sementara WTI Oktober mencapai USD 94,69 per barel. Meski demikian, kedua harga tersebut masih di atas tingkat awal September, yang berpotensi memperparah tekanan inflasi dan beban impor energi Indonesia.
Untuk mendukung peningkatan ekspor, pemerintah akan menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) pada 14-18 Oktober 2026. Mendag menyatakan bahwa ajang ini diharapkan dapat menarik minat buyer asing dan menciptakan peluang transaksi ekspor yang lebih besar bagi pelaku industri Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
20 Negara Pembeli Terbesar Minyak Amerika, Indonesia Urutan Berapa?
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 10.12
17 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz, Tertinggi Sejak Perang Iran
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 09.20
Iran Beri Izin Sejumlah Kapal Tanker Minyak Mentah Irak Melintasi Selat Hormuz
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 07.00
Mendag Ungkap Biang Kerok Neraca Perdagangan RI Defisit 2 Bulan
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.44